Laporan BKB Lutpiana

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Masa balita merupakan masa yang teramat penting dari seluruh kehidupan manusia. Dan merupakan masa kritis yang menentukan kualitas hidup anak selanjutnya. Kondisi tumbuh kembang anak Indonesia masih memerlukan perhatian yang cukup tinggi. Berbagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak masih banyak dijumpai dimasyarakat. Yang menjadi alasan utama, mengapa orang tua yang mempunyai Balita harus mengetahui pola asuh anak, untuk pembentukan karakter sejak dini. Sebagai masa yang merupakan tahap awal dari kehidupan seseorang, masa balita dipandang penting karena di masa inilah diletakkan dasar-dasar kepribadian yang akan memberi warna ketika kelak balita tersebut tumbuh dewasa. Disinilah peran orangtua sangat diperlukan dalam membina dan memantau tumbuh kembang anak.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas anak Indonesia yang merupakan modal utama dalam mewujudkan kualitas manusia yang produktif, maju, selaras, serasi dan seimbang lahir dan batin, yaitu dengan memberi suatu pelayanan yang menunjang tumbuh kembang balita secara menyeluruh.  Sebagai orang tua baru, atau orangtua muda, banyak diantara masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan secara memadai, belum memahami pola asuh dan tumbuh kembang anak yang baik. sudah selayaknya selaku orang tua agar memiliki pengetahuan bagaimana sebenarnya pola asuh tumbuh kembang anak yang baik dan benar itu supaya sang anak kelak menjadi lebih berkualitas. Untuk itu, pemerintah menyediakan program ini untuk mereka sehingga akan memberikan manfaat kepada mereka yaitu dengan program BKB atau Bina Keluarga Balita. Program Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan bagian integral dari Gerakan Keluarga Berencana Nasional, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui interaksi orangtua dan anak secara optimal yang dilaksanakan dalam kegiatan kelompok BKB.

Upaya ini dimaksudkan untuk membina keluarga yang sudah menjadi akseptor atau pengguna alat kontrasepsi dan memiliki anak Balita. BKB bertujuan untuk meningkatkan peranan wanita anggota keluarga lainnya untuk sedini mungkin memberikan stimulasi perkembangan pada anaknya secara, berkesimambungan menyeluh mencakup aspek fisik, mental, sosial. Program BKB yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang balita melalui rangsangan fisik, motorik kecerdasan, emosional dan social ekonomi dengan sebaik-baiknya merupakan salah satu upaya untuk dapat mengembangkan fungsi-fungsi pendidikan, sosialisasi dan kasih sayang dalam keluarga. Dengan adanya pembinaan balita maka dapat diketahui perkembangan anak secara fisik maupun mental.

Berdasarkan pemikiran di atas, penulis merasa tertarik untuk mengetahui proses Bina Keluarga Balita dalam memberikan proses bimbingan dan penyuluhan yang berhubungan tentang pola asuh dan tumbuh kembang anak di BKB MIANA Pos I RW 05 Gegerkalong. Dengan judul observasi “ Pengaruh Bina Keluarga Balita terhadap Pola Asuh Orang Tua di BKB Miana Pos I RW 05 Geger Kalong”.

 

1.2  Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan laporan observasi ini adalah:

  1. Bagaimana proses kegiatan BKB Di BKB Miana Pos I RW 05 Geger Kalong?
  2. Bagaimana hasil dari proses kegiatan di BKB Miana Pos I RW 05 Geger Kalong?
  3. Apa hambatan yang dimiliki pada proses kegiatan BKB di  BKB Miana Pos I RW 05 Geger Kalong?
  4. Apa materi yang disampaikan pada proses BKB di  BKB Miana Pos I RW 05 Geger Kalong?
  5. Bagaiamana pengaruh bina keluarga balita terhadap pola asuh orang tua?

 

 

1.3  Tujuan

Sesuai dengan pembatasan dan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui proses kegiatan Bina Keluarga Balita.
  2. Untuk mengetahui hasil dari proses kegiatan Bina Keluarga Balita.
  3.  Untuk mengetahui hambatan pada proses kegiatan Bina Keluarga Balita.
  4. Untuk mengetahui materi yang disampaikan pada proses Bina Keluarga Balita.
  5.  Untuk mengetahui pengaruh bina keluarga balita terhadap pola asuh orang tua.

 

 

 

 

1.4  Manfaat

Sesuai dengan tujuan di atas, maka manfaat penelitian ini adalah:

  1. Mengetahui proses kegiatan Bina Keluarga Balita.
  2. Mengetahui hasil dari proses kegiatan Bina Keluarga Balita.
  3. Mengetahui hambatan pada proses kegiatan Bina Keluarga Balita.
  4. Mengetahui materi yang disampaikan pada proses Bina Keluarga Balita.
  5. Mengetahui pengaruh bina keluarga balita terhadap pola asuh orang tua.

 

1.5  Langkah-Langkah Penelitian

1.5.1        Sasaran Penelitian

Kegiatan Bina Keluarga Balita dan sasaran pada penelitian itu yaitu BKB Miana VII pos I GegerKalong.

 

1.5.2        Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian BKB (Bina Keluarga Balita) di BKB Miana VII Pos I  Jl. Dr. Setiabudhi Blok III RT 01 RW 05 Kelurahan Geger Kalong Kecamatan Sukasari.

 

1.5.3        Jadwal Kunjungan

No

Hari/ Tanggal

Kegiatan

1

Jumat, 14 April 2011 Penyerahan Surat Ke Kecematan

2

Kamis, 21 April 2011 Pencarian Lokasi BKB Dan Wawancara

3

Kamis, 28 April 2011 Wawancara Dan Melihat Proses BKB

4

Jumat, 6 Mei 2011  Observasi Lanjutan

5

Sabtu 14 Mei 2011 Penutupan

 

 

 

 

 

 

 

1.5.4        Teknik Pengumpulan Data dan Informasi

Azwar (2000, h. 91) menjelaskan bahwa metode pengumpulan data ilmiah dalam suatu penelitian mempunyai tujuan untuk mengungkap fakta mengenai variabel yang akan diteliti. Pengumpulan data dalam penelitian ilmiah dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang relevan, akurat dan reliabel. Prosedur ini penting karena keberhasilan penelitian salah satunya tergantung pada teknik-teknik pengumpulan datanya (Sugiyono, 1999, h.10). Untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam observasi ini, penulis menggunakan metode komunikasi langsung dan tidak langsung. Kemudian secara teknik didukung dengan metode pengumpulan data sebagai berikut:

  1. Observasi

Observasi adalah penulis melakukan pengamatan secara langsung mengenai proses kegiatan BKB yang dilaksanakan ketika proses Posyandu yang diberikan pada Ibu-ibu peserta BKB, selanjutnya memperhatikan dampak kegiatan dari proses hasil kegiatan BKB terhadap peserta BKB.

  1. Interview/wawancara

Dalam hal ini penulis melakukan wawancara kepada Ketua BKB dan Kader BKB

  1. Studi Pustaka

Studi Pustaka adalah penulis melengkapi data-data dan informasi yang diperoleh melalui observasi dan interview dengan melalui dokumentasi yang ada, seperti: buku-buku, catatan-catatan, dan lain-lain.

  1. Angket

Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaaan yang diajukan pada responden untuk mendapatkan jawaban yang akan di analisis.

  1. Metode Analisa Data

Setelah data yang dibutuhkan terkumpul selanjutnya penulis menganalisis, menguraikan dan menyimpulkan serta dipaparkan dalam penulisan laporan observasi.

 

1.5.5        Sumber Data

Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah terbagi kepada dua bagian, yaitu:

  1. Data Primer, yaitu data pokok yang diperoleh dari Ketua BKB dan Kader BKB.
  2. Data Sekunder, adalah data penunjang yang diperoleh dari buku-buku kepustakaan dan dan bacaan lainnya, baik diktat ataupun makalah-makalah yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

 

1.5.6        Jenis Data

Jenis data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif akan mengungkapkan tentang berbagai fenomena empiris yang terjadi di lapangan, seperti gambaran umum lokasi penelitian, data profil peserta BKB, data profil Kader BKB, dan lain-lain. Sedangkan data kuantitatif akan mengungkap tentang hasil yang dicapai dari proses kegiatan BKB terhadap peserta kegiatan BKB.

 

1.5.7        Populasi dan Sampel

  1. Populasi

Populasi adalah daerah generalisasi yang akan dikenai hasil penelitian (Azwar, 1998, h.77). Populasi merupakan sejumlah individu yang setidaknya mempunyai satu   ciri atau sifat yang sama. Sampel ialah sebagian dari populasi. Sampel merupakan sejumlah individu yang jumlahnya kurang dari populasi. Sampel harus mempunyai paling sedikit satu sifat yang sama, baik sifat kodrat maupun sifat pengkhususan (Sugiyono, 1999, h. 56).

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peserta BKB (Bina Keluarga Balita) di BKB Miana VII Pos I RW 05 kelurahan Geger Kalong kecamatan Sukasari. Keseluruhan populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 orang peserta BKB yang terdata dan yang akti pada bil;an april yaitu 58 yang tersebar di RW 05 kelurahan GegerKalong.

  1. Sampel

Karena populasi itu bersifat luas, maka untuk efisiensi data dan waktu maka diadakan pembatasan jumlah populasi dengan tidak mengurangi kualitas penelitian. Dalam pembatasan jumlah ini, maka untuk objek penelitian yang diambil bagian dari populasi tersebut disebut dengan sampel. Sampel merupakan bagian dari populasi, yang dapat merepresentasikan karakteristik populasi yang ada (Azwar,1998, h.79). Sampel harus memiliki paling sedikit satu sifat yang sama, baik sifat kodrat maupun sifat pengkhususan (Sugiyono, 1999, h. 56).

Penelitian  ini   akan mengambil   sampel  dengan karakteristik  sebagai berikut:

  1. Peserta BKB merupakan peserta BKB yang berasal dari RW 05 kelurahan Gegerkalong kecamatan Sukasari.
  2. Peserta BKB yang memiliki anak usia tiga hingga lima tahun yang terdaftar sebagai peserta BKB di RW 05 kelurahan Gegerkalong kecamatan Sukasari.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1  Konsep Penyuluhan

Penyuluhan yang berasal dari kata dasar “suluh” atau obor, sebagai terjemahan dari kata “voorlichting” dapat diartikan sebagai kegiatan penerangan atau memberikan terang bagi yang dalam ke-gelapan. Sehingga, penyuluhan juga sering diartikan sebagai kegiatan penerangan. Sebagai proses penerangan, kegiatan penyuluhan tidak saja terbatas pada memberikan penerangan, tetapi juga menjelaskan mengenai segala informasi yang ingin disampaikan kepada kelompok-sasaran yang akan menerima manfaat penyuluhan (beneficiaries), sehingga mereka benar-benar memahaminya seperti yang dimaksudkan oleh penyuluh atau juru-penerangnya.

Terkait dengan istilah penerangan, penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh tidak boleh hanya bersifat “searah” melainkan harus diupayakan berlangsungnya komunikasi “timbal-balik” yang memusat (convergence) sehingga penyuluh juga dapat memahami aspirasi masyarakat, manakala mereka menolak atau belum siap menerima informasi yang diberikan. Hal ini penting, agar penyuluhan yang dilakukan tidak bersifat “pemaksaan kehendak” melainkan tetap menjamin hubungan yang harmonis antara penyuluh dan masyarakat kliennya secara berkelanjutan.

Dalam perkembangannya, pengertian tentang penyuluhan tidak sekadar diartikan sebagai kegiatan penerangan, yang bersifat searah (one way) dan pasif. Tetapi, penyuluhan adalah proses aktif yang memerlukan interaksi antara penyuluh dan yang disuluh agar terbangun proses perubahan “perilaku” (behaviour) yang merupakan perwujudan dari: pengetahuan, sikap, dan ketrampilan seseorang yang dapat diamati oleh orang/pihak lain, baik secara langsung (berupa: ucapan, tindakan, bahasa-tubuh, dll) maupun tidak langsung (melalui kinerja dan atau hasil kerjanya). Dengan kata lain, kegiatan penyuluhan tidak berhenti pada “penyebar-luasan informasi/inovasi”, dan “memberikan penerangan”, tetapi merupakan proses yang dilakukan secara terus-menerus, sekuat-tenaga dan pikiran, memakan waktu dan melelahkan, sampai terjadinya perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh penerima manfaat penyuluhan (beneficiaries) yang menjadi “klien” penyuluhan”.

Penyuluhan sebagai proses pendidikan atau proses belajar diartikan bahwa, kegiatan penyebar-luasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses perubahan perilaku yang dilakukan melalui proses pendidikan atau kegiatan belajar. Artinya, perubahan perilaku yang terjadi/dilakukan oleh sasaran tersebut berlangsung melalui proses belajar. penyuluhan tidak sekadar merupa-kan proses perubahan perilaku pada diri seseorang, tetapi merupakan proses perubahan sosial, yang mencakup banyak aspek, termasuk politik dan ekonomi yang dalam jangka panjang secara bertahap mampu diandalkan menciptakan pilihan-pilihan baru untuk memper-baiki kehidupan masyarakatnya. Yang dimaksud dengan perubahan sosial di sini adalah, tidak saja perubahan (perilaku) yang berlangsung pada diri seseorang, tetapi juga perubahan-perubahan hubungan antar individu dalam masyara-kat, termasuk struktur, nilai-nilai, dan pranata sosialnya, seperti: demokratisasi, transparansi, supremasi hukum, dll.

inti dari kegiatan penyu-luhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengem-bangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih ber-manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Dalam konsep pember-dayaan tersebut, terkandung pema-haman bahwa pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani (yang beradab) dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan (yang terbaik) bagi kesejahteraannya sendiri. Pemberdayaan masyarakat, dimaksudkan untuk memperkuat kemam-puan (capacity strenghtening) masyarakat, agar mereka dapat berpar-tisipasi secara aktif dalam keseluruahn proses pembangunan, terutama pembangunan yang ditawarkan oleh penguasa dan atau pihak luar yang lain

Pada Dasarnya Kegiatan Penyuluhan Ini Dilakukan Dengan Berbagai Pemahan Sebagai Berikut:

  1. Penyebar-luasan (informasi)
  2. Penerangan / penjelasan
  3. Pendidikan non-formal (luar-sekolah)
  4. Perubahan perilaku
  5. Rekayasa social
  6. Pemasaran inovasi (teknis dan sosial)
  7. Perubahan sosial (perilaku individu, nilai-nilai, hubungan antar individu, kelembagaan, dll)
  8. Pemberdayaan masyarakat (community empowerment)
  9. Penguatan komunitas (community strengthening).

 

 

 

 

2.2  Konsep Bimbingan

Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Maka untuk memahami pengertian dari bimbingan perlu mempertimbangkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :

  • Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson ,1951).
  • Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri” (Chiskolm,1959). Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.
  • Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu” (Bernard & Fullmer ,1969). Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa bimbingan dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu. Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya.

Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas, bahwa bimbingan adalah : “Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat

Unsur – unsur pokok bimbingan sebagai berikut :

1.      Pelayanan bimbingan merupakan suatu proses

2.      Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan

3.      Bantuan diberikan kepada individu baik perorangan maupun kelompok

4.      Pemecahan masalah dalam bimbingan dilakukan  oleh dan atas kekuatan klien sendiri

5.      Bimbingan dilaksanakan dengan menggunakan berbagai

6.      Bahan interaksi, nasihat ataupun gagasan, serta alat-alat tertentu baik yang berasal     unsur

Tujuan  Umum adalah untuk membantu  individu  memperkembangkan diri secara optimak sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat), berbagai latar belakang yang ada ( latar belakang  keluarga, pendidikanm status ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Tujuan  khususnya merupakan penjabaran tujuan umum tersebut yang dikaitkan secara langsung dengan permasalahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan, sesuai  dengan  kompleksitas permasalahannya itu.

2.3  Konsep Bina Keluarga Balita (BKB)

BKB, atau bina keluarga balita, merupakan sebuah program dari pemerintah dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan sikap orang tua serta anggota keluarga untuk mempersiapkan pendidikan anak usia nol (0) sampai dengan bawah lima tahun, dalam rangka menumbuhkembangkan kecerdasan balita. Sebagai orang tua baru, atau orangtua muda, banyak yang tidak mengenyam pendidikan secara memadai, belum memahami pola asuh dan tumbuh kembang anak yang baik.  Untuk itu, pemerintah menyediakan program ini untuk mereka sehingga akan memberikan manfaat kepada mereka. Dengan mengikuti program ini orang tua dapat menjadi lebih pandai mengurus dan merawat anak, pandai membagi waktu dan mengasuh anak. Bertambah wawasan dan pengetahuan tentang pola asuh anak, serta meningkatnya keterampilan dalam mengasuh dan mendidik anak balita.

 

Alasan  utama, orang tua yang mempunyai Balita harus mengetahui pola asuh anak, adalah untuk pembentukan karakter sejak dini. Sebagai masa yang merupakan tahap awal dari kehidupan seseorang, masa balita dipandang penting karena di masa inilah diletakkan dasar-dasar kepribadian yang akan memberi warna ketika kelak balita tersebut tumbuh dewasa. Disinilah peran orangtua sangat diperlukan dalam membina dan memantau tumbuh kembang anak.

Terdapat bebrapa materi yang disampaikan dala proses kegiatan BKB ini antara lain sebagai berikut:

  • Perkembangan Fisik Anak yang dipantau dalam KKA (Kartu Kembang Anak)
  • Gerakan kasar dan gerakan halus anak balita 0 – 24 bulan
  • Kemampuan pengamatan anak balita
  • Komunikasi Aktif dan Pasif pada balita
  • Perkembangan Kecerdasan Balita
  • Kemampuan Menolong diri sendiri pada Balita, serta
  • Tingkah laku sosial anak

BKB ini pun dimaksudkan untuk membina keluarga yang sudah menjadi akseptor atau pengguna alat kontrasepsi dan memiliki anak Balita. BKB adalah sebuah catatan penting untuk bisa menambah pengetahuan dan informasi mengenai tumbuh kembang anak balita.
Dunia anak adalah dunia yang indah dan penuh kepolosan, sudah selayaknya selaku orang tua agar memiliki pengetahuan bagaimana sebenarnya pola asuh tumbuh kembang anak yang baik dan benar itu supaya sang anak kelak menjadi lebih berkualitas. Dengan adanya pembinaan balita maka dapat diketahui perkembangan anak secara fisik maupun mental. Program BKB yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang balita melalui rangsangan fisik, motorik kecerdasan, emosional dan social ekonomi dengan sebaik-baiknya merupakan salah satu upaya untuk dapat mengembangkan fungsi-fungsi pendidikan, sosialisasi dan kasih sayang dalam keluarga. Dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan tersebut diharapkan orang tua mampu mendidik dan mengasuh anak balitanya sejak dini agar anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkualitas.

 

Ada tujuh aspek materi yang menjadi bahan acuan BKB, yaitu:

1.      Gerakan kasar, yaitu gerakan tangan yang memikul beban berat, seperti bermain bola.

2.      Gerakan halus, yaitu gerakan yang hanya mengandalkan kemampuan jari-jari tangan, seperti menulis, melipat kertas.

3.      Kecerdasan.

4.      Ketrampilan .

5.      Menolong diri sendiri,

6.      Integrasi kb dan bkb.

7.      Pergaulan

2.4  Konsep Parenting Skill

Mengasuh anak adalah suatu kewajiban dari orang tua. Sebagai orang tua harus mengasuh buah hati kita dengan baik karena anak adalah titipan dari yang Maha Kuasa. Mengasuh anak itu susah susah gampang karena memang terkadang anak itu mudah diatur tapi kadang-kadang sangat sulit diatur. Kita sebagai orang tua lah yang sangat berpengaruh dalam hal itu. Mengasuh anak diperlukan kesabaran dan keterampilan yang sangat besar apalagi ketika anak masih kecil. Dalam mengasuh anak yang paling berperan adalah seorang ibu. Karena memang mengasuh anak merupakan tanggung jawab ibu. Seorang ibu biasannya telah memiliki keterampilan dalam mengasuh anak. Pola asuh orang tua terhadap anak akan mempengrahi perkembangan karakter pada anak. Oleh karena itu pola asuh terhadap anak harus dilakukan secara efektif dan sesuai.

Pengaruh pengasuhan terhadap karakter anak, menurut beberapa ahli:

  • Rene spitz. Anak yang tidak diasuh oleh ibunya mempunyai keterbelakangan mental psikologi bila dibandingkan dengan anak yang diasuh oleh ibunya.
  • Bronfenbrenner. Anak-anak yang pernah memasuki penitipan anak dalam kesehariannya akan bersosialisasi dengan kawan sebayanya saja, sehingga mempunyai sikap yang lebih agresif, egosentris dan implusve disbanding anak-anak yang mendapat perawatan di rumah.

 

 

  • Jhon bolby. Pengasuhan anak ditandai dengan adanya attachment yaitu interaksi yang terjadi antara ibu dan anak dalam rangka pemenuhan kebutuhan anak. Kebutuhan anak yang terpenuhi akan menjadikan rasa aman sehingga membentuk rasa percaya diri.

 

  1. a.      Hakikat Parenting Skill
  • Membangun keluarga bahagia
  • Mengenal tumbuh kembang anak sesuai usianya
  • Mengajarkan prinsip, akhlak nilai
  • Mengetahui kebutuhan dasar anak
  • Memahami keunikan anak
  • Menjadi teladan
  • Mendidik anak

 

  1. b.      Prinsip Dasar Parenting
    1. Menjadi teladan
    2. Mencintai dan menunjukkan cintanya kepada anak-anak
    3. Melibatkan diri dalam kehidupan anak
    4. Menyesuaikan cara pengasuhan dengan sifat/karakter anak
    5. Membuat aturan dan menetapkan batasan
    6. Membanu menumbuhkan kemandirian anak
    7. Bersikap konsisten
    8. Menghindari disiplin yang kasar
    9. Menjelaskan peraturan dan keputusan
    10. Memperlakukan anak dengan hormat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. c.       Teknik Parenting skills

 

a)      Mendengar dengan aktif

b)      Membangun sebuah ritual

c)      Mengelola emosi

d)     Menegur dengan bijak

e)      Mengehentikan permainan anak

 

 

  1. d.      Kondisi Parenting Konvensional

1)      Orang tua menjadi pusat kebenaran, anak berada pada posisi yang salah

2)      Orang tua selalu memaksakan kehendak pada anak

3)      Orang tua tidak saling berbciara dengan anak

4)      Orang tua tidak mendengarkan pendapat anak

5)      Orang tua sering melarang-larang anak

6)      Orang tua menyerahkan pengasuhan anaknya kepada pengasuh, guru, nenek, atau orang lain dengan alas an kesibukan

7)      Orang tua boleh memarahi anak dengan atau tanpa kesalahan (anak menjadi pelampiasan kemarahan orang tua)

8)      Orang tua boleh membentak anak

9)      Orang tua boleh memukul anak dengan alas an mendidik anak

10)  Orang tua yang mampu secara keuangan mempunyai pembantu yang bisa mengerjakan semua kebutuhan anak

11)  Orang tua memanjakan anak dengan memenuhi semua keinginan anakanya

12)  Orang tua tidak mau mengubah teknik pengasuhan denagn alas an bahwa semua prilaku buruk pada anak disebabkan oleh televise, lingkungan permainan, asuhan pembantu, teman-teman sekolah, kakek, nenek, dll.

 

 

 

 

 

 

BAB III

HASIL PENELITIAN

3.1 Sejarah Singkat

PROFIL BKB MIANA VII POS I

Nama BKB                 : BKB MIANA

Alamat                                    : BKB Miana VII Pos I  Jl. Dr. Setiabudhi Blok III RT 01

RW 05 Kelurahan Geger Kalong Kecamatan Sukasari.

Waktu Pelaksanaan     : setiap minggu ke-3 / bulan.

Ketua BKB                 : Rina   Sarina

Sekretaris                    : Heni Suhaeni

Bendahara                  : Dede Kartika

Jumlah Kader  BKB    : – Mimi

Dede Kartika

Sri Mulyati

Jumlah Peserta BKB   : 80 terdata, 58 aktif

 

Pada awalnya Bina Keluarga Balita di daerah ini hanya terdapat satu, tidak ada pos dua, akan tetapi karena ada tuntutan untuk dipisahkan antara perumahan komplek TNI dengan warga umum lainnya menyebabkan penyelenggaraan BKB ini menjadi teripsah, dan dibuatkan menjadi dua pos. BKB Miana VII Pos I ini merupakan salah satu BKB yang pernah mendapat predikat BKB terbaik se-Kota Bandung dan mendapat penghargaan dari pemerintah Kota. Akan tetapi pada saat ini BKB Miana sedang dalam proses perbaikan kembali setelah mendapat hambatan dengan meninggalnya ketua BKB sebelumnya yang sempat membuat proses layanan BKB ini terhenti beberapa waktu, akan tetapi saat ini layanan BKB Miana sedang dalam proses bergerak kembali dengan susunan kepengurusan yang baru dengan ketua BKB yang baru, disertai dengan para kader yang sudah berpengalaman maka layanan BKB Miana saat ini sudah mulai berlangsung kembali dengan baik.

 

 

 

 

 

3.2  Lokasi

Lokasi BKB MIANA ini berada di Jl. Dr. Setiabudhi Blk III RT 01 RW 05 kelurahan Sukasari Kecamatan GegerKalong, Bandung.

 

3.3  Sarana Layanan

Kegiatan proses BKB ini biasanya dilakukan ketika kegiatan posyandu berlangsung dan terkadang dilakukan di rumah kader. Dalam proses layanan yang dilakukan ketika kegiatan posyandu maka diperlukan beberapa hal, antara lain :

  1. 3 buah meja dan kursi untuk penyuluhan dan konsultasi.
  2. Alat Permainan Edukatif (APE)
  3. Buku catatan.

 

3.4  Materi Layanan

Materi layanan yang diberikan pada setiap pertemuan BKB antara lain:

1)      Layanan pendidikan tentang tumbuh kembang anak yang berkaitan dengan masalah perkembangan anak, parenting skill.

2)      Layanan konsultasi tentang kesehatan anak

3)      Perkembangan Fisik Anak yang dipantau dalam KKA (Kartu Kembang Anak)

4)      Kemampuan pengamatan anak balita

5)      Layanan Keluarga Berencana, Berupa layanan konsultasi penggunaan alat kontrasepsi.

6)      Penyuluhan seputar tumbuh kembang anak dan gizi balita

 

3.5  Jadwal Layanan

Waktu pelaksanaan dilakukan secara formal dan informal. Cara formal dilakukan bersamaan dengan kegitan posyandu yaitu setiap hari senin minggu ke tiga. Sedangkan untuk cara informal dilakukan jika kader mengunjungi rumah peserta bkb ataupun sebaliknya yaitu peserta bkb yang mengunjungi kader hanya untuk berkonsultasi atau konseling dengan cara yang lebih personal.

 

 

 

 

 

3.6  Proses Layanan

Suasana kekeluargaan terlihat pada saat proses layanan berlangsung. Para ibu mendampingi anaknya belajar dan bermain, pendampingan itu tidak diwakilkan oleh pembantu ataupun kakak si balita, tapi langsung oleh ibunya. Proses bimbingan atau konseling pun dilakukan dengan berhadapan, akan tetapi jika sedang penyuluhan biasanya berdampingan dengan bermainan dengan anak-anak.  Dalam satu kelompok BKB ditunjuk satu atau beberapa kader yang bertugas untuk menyampaikan materi penyuluhan setiap kali peserta BKB mengikuti kegiatan, selalu diperiksa KMS (kartu menuju sehat) masing-masing anak. Sehinga, gizi dan kesehatan para balita dapat terkontrol dengan baik. Selain itu, ada pula penyuluhan keluarga yang diajarkan melalui ibunya setiap kali pertemuan.

 

3.7  Hambatan Dalam Kegiatan BKB

Hambatan yang dimiliki oleh BKB Miana ini adalah :

  1. Kurangnya kader yang memadai
  2. Kurangnya APE (Alat Permainan Edukatif)
  3. Kurangnya informasi dari kepengurusan BKB sebelumnya.

 

3.8  Profil Peserta BKB

Berikut ini data profil peserta BKB yang terdata yaitu sebanyak 80 peserta.

Nama Suami/Istri

Usia

Pendidikan

Pekerjaan

Tahapan

Peserta KB

Nama Balita

Alamat

Hendra/Yuli 30/29 S1/D3 Swasta/IRT C P Maisya

( 37bulan)

RT 01
Asteja/Sumarsih 42/38 SMA/SMA Swasta/IRT C Andri

(41 Bulan)

RT 03
Heri/Asmawati 29/26 SMP/SMP Swasta/IRT C P Rifda Ayu

(42 Bulan)

RT 06
Dadang/Neti 37/28 SMA/SD Swasta/IRT C S Dika

(42 Bulan)

RT 03
Deden/Mia 27/31 STM/SMA Swasta/IRT C J Abil

(47 Bulan)

RT 06
Wati   SMA Swasta C   Kania

(37 Bulan)

RT 01
Sarwan/Iin     Swasta/IRT C S Adilla

(45 Bulan)

RT 07
Wawan/Samdra 26/23 SMA/SMA Swasta/IRT C J Revira

(42 Bulan)

RT 07
Hursokeh/Erni 34/28 SD/SMA Swasta/IRT C S Ragi. F

(37 Bulan)

RT 07
Sutejo/Sri 34/32 SD/SMA Swasta/IRT C S Rasyid

(37 Bulan)

RT 01
Djamhur/ Rina 44/34 SMA/SMA Swasta/IRT C J Azilan

(41 Bulan)

RT 01
Sumarna/Sri 28/26 SD/SD Swasta/IRT C P Nabila

(37 Bulan)

RT 07
Jejen/Emi 43/39 SMP/SD Swasta/IRT C P M. Yassin

(50 Bulan)

RT 07
Junedi/Tuti 34/29 SMP/D3 IRT/Buruh C K Abdul Hatin

(52 Bulan)

RT 07
Juliar/Susan 31/28 SMA/SMA Swasta/Swasta     Rifqi

(54 Bulan)

RT 01
Nining/Ade 31/51 SD/SD Swasta/IRT     Raehan

(53 Bulan)

RT 01
Lisyani/Adas 40/41 SMP/SMP Swasta/IRT C J M. Rafli

(59 Bulan)

RT 01
Nani/Ahmad 34/28 SD/SMP Swasta/IRT C S Nadia

(54 Bulan)

RT 07
Nurul/Sodikin 36/36 SMA/SMA Wiraswasta/IRT C   Lukman

(49 Bulam)

RT 04
Tini/Dede   SMA/SMA IRT/Buruh C Mow Aril

(60 Bulan)

RT 01
Daryono/Siti 30/29 SMA/SMA Swasta/IRT C S Cecsya

(51 Bulam)

RT 02
Suminar/Asep   SMA/SMA Swasta/Swasta C S Japar

(59 Bulan)

RT 07
Teti/Akmal     Swasta/Guru   I Sarah

(47 Bulan)

RT 02
Asih/Dadan       C S Raihan

(38 Bulan)

RT 04
Yanti/Musnandar 33/46 SD/SMP IRT/SUPIR C S Rafa

(8 Bulan)

RT 03
Imas/Tono 36/26 S1/D3 IRT/Swasta C S Silvi Ayu

(11 Bulan)

RT 06
Mimin/Adi 30/24 SMP/SMA IRT/Swasta C IUD Zaky

(7 Bulan)

RT 03
Yuliana/Yadi 20/32 SMA/S1 IRT/SWASTA C S Tasya

(5 Bulan)

RT 03
Tian/Hendra 27/29 SMA/S1 Swasta/Swasta H IUD Ratna Widara(5 Tahun) RT 03
Yulis/Lambang 39/33 D3/S1 Swasta/IRT H   Regina(2 Bulan) RT 02
Heni/Ides 38/38 S1/S1 PNS/PNS H S Tasya

(6 Bulan)

RT 03
Aning/Siswanto 37/34 SMP/SMA Swasta/IRT C S Ayu

(15 Bulan)

RT 02
Siti Maesaroh/Dadang 35/32 SMA/SMA Swasta/IRT C S Dian

(17 Bulan)

RT 02
Hasanah/Tatang 32/29 SD/SMP Swasta/IRT C S Alicia

(53 Bulan)

RT 06
Siti Aminah/Aan 41/22 SMP/STM Swasta/IRT C P Dewi. N

(51 Bulan)

RT 02
Yayan/Atang 35/32 SMA/SMA Swasta/IRT C P Bella

(50 Bulan..)

RT 04
Titin/Alihan 41/48 SMA/SMA PNS/IRT H Mow Kirvan

(42 Bulan)

RT 06
Sukarsih/Gandi 49/36 D3/SMA Swasta/IRT C S Yunia

(24 Bulan)

RT 01
Nani/Ahmad 28/24 SD/SMP Swasta/IRT C S Nadiya Putrid

(34 Bulan)

RT 05
Eulis/Adas 40/39 SMP/SMA Swasta/IRT H IUD M.Rafiya

(55 Bulan)

RT 07
Ayu/Dede 25/32 SMA/SMA Swasta/IRT C S Desta

(22 Bulan)

RT 07
Aang/Fitri 36/21 SD/SD Swasta/IRT C S Desi

(3 Tahn)

RT 02
Hasanah/Tatang 33/29 SMP/SD Swasta/IRT C S Alisa RT 04
Elis Yani 40 SMP IRT C S Diana

(37 Bulan)

RT 03
Rasyid Nurteja/Sutijo 40/35 SD/SMP Swasta/IRT C S Adelia RT 03
Dede Fatimah 27 SD IRT C S Sabrina RT 04
Pepen/Mia 28/31 STM/SMA Swasta/IRT C S Abil

(47 Bulan)

RT 07
Supriyanto/Rusmini 34/32 D3/SMA Swasta/IRT C S Keisya

(40 Bulan)

RT 05
Yuyun Yuningsih 35 SMA IRT C S Aisya RT 07
Siti Aisyah/Agus 35/38 SMP/SMA Swasta/IRT C S Nabila RT 05
Rin/Agung 24/28 SMA/SMA Swasta/IRT C S Aira RT 07
Murni         HD Geral(58 Bulan) RT 02
Susanti/Djuliar 29/28 SMA/SMA Swasta/Swasta   HD Rifki Tsakif(52 Bulan) RT 01
Siti/Iwan         P Az Zahra (RT 01)
Iin/Pupu         S Dian RT 01
Tuti/Junedi         K Abdul RT 01
Ari/Rahmat 34/32 Smk/Sma Swasta/IRT C S Reina RT 01
Popi/Dedi 18/19 Smp/Sma IRT/- C S Sandra RT 06
Rini/Budi 31/28 SMA/SMA Swasta/IRT C S Putri RT 02
Maryeti/Udin 42/38 SMA/STM Swasta/IRT C S Selly RT 03
Imas/Rifan 29/24 SMA/D1 Swasta/Swasta C S Marsya RT 03
Diah/Ipan 29/24 SMA/D3 Swasta/IRT C S Yulia RT 01
Uei/Rasidin 29/26 SMP/SD Swasta/IRT C S Rosmelia

(12 Bulan)

RT 02
Novi/Dony 30/29 SMA/SMA Swasta/IRT C Nrvira RT 06
Imas/Rian 29/24 SMA/D1 Swasta/IRT C IUD Iqbal RT 02
Diah/Ifan 29/24 SMA/D3 Swasta/IRT C   Kalel RT 02
Ijun/Wawan 23/21 SD/SD Swasta/IRT C S Yulia(20 Bulan) RT 01
Maryeti/Udin 38/42 SMA/STM Swasta/IRT C S Argi RT 04
Maerani/Agus 40/35 SMA/SMP Swasta/IRT H S 24 Bulan RT 01
Tuti Julaeha 29 D3 IRT C S Tami RT 01

Tabel 1. Profil Peserta Bkb

Catatan :

C : masih menetap di rumah orang tua bersama orang tua dan keluarga yang lainnya.

H : sudah memiliki rumah pribadi dengan ukuran rmah yang sederhana.

3.9  Data Jumlah Ibu Balita Januari-April

Kelompok umur anak

Januari

Februari

Maret

April

0-1

14

20

10

8

1-2

18

17

17

15

2-3

15

21

14

13

3-4

7

10

8

12

4-5

11

12

7

10

Jumlah

65

80

56

58

Table.2 data jumlah ibu balita januari-april

3.10 Data Jumlah Ibu Balita Peserta BKB januari-april

Kelompok umur anak

Januari

Februari

Maret

April

0-1

14 20 10 8

1-2

18 17 17 15

2-3

15 21 14 13

3-4

7 10 8 12

4-5

11 12 7 10

Jumlah

65 80 56 58

Table 3. data jumlah ibu balita peserta BKB

3.11Profil Kader BKB

No.

Nama

Usia

Alamat

Pendidikam

Pekerjaan

1. Mimi 55 Tahun Gg. Bapa Erin Rt 03/Rw 05 SD IRT
2. Dede Kartika 57 Tahun Jl.Dr.Setiabudi Blk III Rt 01 Rw 05 SD IRT
3. Sri Mulyati 42 Tahun Jln Sukajadi Atas Rt 04 Rw 05 No 358/181 SMP IRT

Tabel 4. Profil Kader

 

3.12 Hasil Penelitian

3.12.1    Tabel Responden Angket Penelitian

No. Responden

Nama

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Status

1.

Siti Aisyah 33 Tahun SMP IRT Bersuami

2.

Yuyun Yuningsih 35 Tahun SMA IRT Bersuami

3.

Tuti Julaeha 29 Tahun D3 IRT Bersuami

4.

Nelis 38 Tahun D1 IRT Bersuami

5.

Haryani 37 Tahun SMA IRT Bersuami

6.

Wati 40 Tahun SMA Wiraswasta Single Parent

7.

Yulia 29 Tahun D3 IRT Bersuami

8.

Rina Sarina 34 Tahun SMK IRT Bersuami

9.

Emi 39 Tahun SD IRT Bersuami

10.

Susan 29 Tahun SMU Wiraswasta Bersuami

11.

Fitri 21 Tahun SD Swasta Bersuami

12.

Hasanah 29 Tahun SD Swasta Bersuami

13.

Elis Yani 40 Tahun SMP IRT Bersuami

14.

Rasid Nurteja 30 Tahun SD IRT Bersuami

15.

Meti 28 Tahun SD IRT Bersuami

16.

Dede Fatimah 27 Tahun SD IRT Bersuami

17.

Mia 31 Tahun SMA Swasta Bersuami

18.

Rusmini 32 Tahun SMA IRT Bersuami

19.

Sandra 23 Tahun SMA IRT Bersuami

20.

Suminar 32 Tahun SMA Swasta Bersuami

Tabel 4. Responden Angket Penelitian

 

 

 

 

 

3.12.2    Tabel Hasil Angket Penelitian

No.responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1.

Y Y T K T K T K K T T K T T T Y K Y

2.

K Y Y K K Y T Y Y T T K K T T T Y T

3.

Y K K K T T T T T T T T T T T K K K

4.

Y Y K K T T T T K T T K T T T K Y K

5.

Y Y Y T T T T T Y T T Y K K T K Y K

6.

Y Y K K K K K K Y K Y K K K T K K T

7.

Y K K K T T K K K T T K K T T K Y Y

8.

Y Y K K T T T T K T K K K K T K Y T

9.

Y Y K K T T T T K T T K T K T K K T

10.

Y Y Y K K T K T K Y Y K K T T K Y Y

11.

Y Y Y T K Y T T Y K T Y K T T Y T Y

12.

Y Y Y T T K T K K T T K K T T K Y Y

13.

K Y Y T T T T Y T T T T T T T Y T Y

14.

Y Y K T Y T T T K T T K K K T K Y T

15.

Y Y Y T T T T T K T T K K T T K Y Y

16.

Y Y Y K T T K T K T T K K T T K K Y

17.

Y Y K K T Y T K K T T K K T T K T Y

18.

Y Y K K K T T T K K T K T T T K K T

19.

Y Y K K T T T T K T T K T K T K K T

20.

K Y K K T T T T K T K K T K T K K T

Table 5. Table Hasil Angket Penelitian

Keterangan:

Y : ya

K : Kadang-Kadang

T : Tidak

 

 

 

 

 

 

3.12.3    Tabel Analisis Hasil Angket

Analis data dilakukan dengan metode kualitatif, yang dimana metode ini dianalisis menurut logika, dalam proses analisis kualitatif ini dilakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut;

  1. a.      Pengumpulan data
  2. b.      Pengklasifikasian data
  3. c.       Menghubungkan anatara satu pendapat dengan pendapat lain
  4. d.      Penafsiran, dan
  5. e.       Penarikan kesimpulan

Maka analisis data kualitatif meggunakan rumus penghitungan sebagai berikut:

F/n *100%

keterangan:

F : jumlah frekuensi yang dihasilkan dari angket

n : jumlah sampel dalam penelitian

100% : jumlah persentasi total

 

  1. Tabel hasil analisis data soal no. 1

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

Tidak

20

17

3

0

 

  1. Proses penghitungan

Jawaban ya : f/n*100%, 17/20*100%= 85%

Jawaban kadang-kadang  : f/n*100%, 3/20*100= 15%

Jawaban tidak : 0%

 

  1. Analisis data soal no.1

Maka berdasarkan hasil penghitungan :

  1. Ya = 85%
  2. Kadang-kadang = 15%
  3. Tidak = 0%

Proses bimbingan terhadap orang tua untuk pola asuh terhadap anak mengenai bagaimana peran serta orang tua dalam mendidik anak dengan tindakan meminta maaf kepada anak jika melakukan kesalahan sudah berjalan dengan baik, hal itu dapat dilihat dengan jawaban orang tua sebesar 85% menjawab sudah melakukan hal tersebut dan 0% untuk tidak sebagai  bukti bahwa kegiatan proses bimbingan ini berhasil.

 

  1. Tabel hasil analisis data soal no. 2

 

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

19

1

0

 

  1. Proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 19/20*100% =  95%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 1/20*100% = 5%

tidak = 0%

  1. Analisis data soal no.2

Maka berdasarkan hasil diatas bahwa proses bimbingan dapat disimpulkan proses bimbingan tersebut berhasil dilakukan, hal itu dapat dilihat dari 95% responden menjawab ya sebagai tanda bahwa responden telah melakukan kegiaatan dengan menegur anak jika melakukan kesalahan agar tidak dilakukan berlarut-larut. Hal ini pun sebagai salah satu bukti jika 95% orang tua setuju bahwa menegur anak ketika melakukan kesalahan merupakan hal yang harus dilakukan dalam rangka pembentukan karakter pada anak.adapun 5% responden yang menjawab kadang-kadang melakukan kegiatan tersebut dikarenakan memiliki alasan tertentu salah satunya adalah menganggap kesalahan yang anak lakukan merupakan hal yang wajar yang tidak perlu dibesar-besarkan dan sebagai orang tua diharapkan mengerti. Alasan tersebut merupakan alasan yang tidk mendidik, karena walapun anak tersebut belum mengrti kesalahan apa yang dia lakukan akan tetapi tetap saja anak perlu di beritahu atas kesalahan apa yang dilakukan, agar anak dapa mengerti dan tidak akan mengulangi kesalahan tersebut di kemudian hari. Maka berdasarkan jawaban responden yang diperoleh diatas dapat dimpulkan proses bimbingan untuk kegiatan menegur anak jika meakukan kesalahan sudah berhasil.

 

 

 

 

  1. Tabel hasil analisis data soal no. 3

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

8

11

1

 

  1. Proses Penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 8/20*100% =  40%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 11/20*100% = 55%

jawaban tidak : f/n*100%, 1/20*100% = 5%

  1. Analisis data soal no 3

Pada soal no tiga ini mengenai peran orang tua sebagai penentu atas apa yang dilakukan anak, didapatkan hasil 40% untuk jawaban ya, 55% untuk jawaban kadang-kadang dan 5% untuk jawaban tidak. Hal ini berarti bahwa orang tua masih menjadi factor penentu atas apa yang dilakukan oleh anak. Hal itu tidak akan menjadi masalah jika tindakan itu tidak sepenuhnya memaksakan kehendaknya. Orang tua jelaslah menjadi sosok yang mampu mengarahkan anaknya menjadi anak, terlebih lagi pada proses perkembangan anak di usia balita, hendaknya orang tua menjadi pengarah dalam setiap hal yang dilakuakan oleh anak balitanya. Proses bimbingan menegenai hal ini rasanya dapat dikatakan berhasil. Akan tetapi untuk para orang tua yang masih menjawab tidak, diharapkan orang tua tidak lepas kendali atas apa yang akan dilakukan oleh anak,tampaknya orang tua perlu diberi pengetahuan mengenai perbedaan antara otoriter dan mendidik tegas dalam proses pengarahan anak.

  1. D.    tabel hasil analisis data soal no. 4

 

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

0

14

6

 

  1. Proses Penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 0/20*100% =  0%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 14/20*100% = 70%

jawaban tidak : f/n*100%, 6/20*100% =  30%

  1. Analisis data soal no 4

Pada soal no 4 mengenai pengambilan keputusan tanpa meminta persetujuan, didapatkan jawaban 0% untuk jawaban ya, 70% untuk jawaban kadang-kadang dan 30% untuk tidak. Maka berdasarkan hasil diatas bahwa 70% para orang tua sering mengambil kepusan tanpa persetjuan anak atau mungkin saja bisa dikatan anda penentu smua keputusan. Akan tetapi terdapat 30% orang tua yang masih meminta persetujuan dari anak, hal itu berarti bahwa terjadi adanya diskusi anatara orang tua dan anak tersebut. Hal itu tidak salah ketika para orang tua mengabil keputusan tanpa meminta persetujuan akan tetapi hal itu dapat di tolerir jika keputusan yang diambil oleh orang tua tersebut tidak mengambil hak anak tersebut, dan selama keputusan tersbut dianggap yang terbaiak untuk kepentingan bersama. Proses bimbingan cukup berhasil.

  1. E.     Tabel hasil analisis data soal no. 5

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

1

5

14

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 1/20*100% =  5%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 5/20*100% = 25%

jawaban tidak : f/n*100%, 14/20*100% =  70%

  1. Analisis data soal no 5

Untuk soal no 5 mengenai pemaksaan kehendak pada anak, memperoleh jawaban sebagai berikut, 5% menjawab ya, 25% untuk jawaban kadang-kadang dan 70% untuk jawaban tidak. Berdasarkan hasil tersebut bahwa tindakan orang tua untuk tidak memaksakan kehendak itu sudah berhasil, dan untuk 25% orang tua yang menjawab kadang-kadang memiliki alasan bahwa apapun yang mereka putuskan itulah yang terbaik, hal itu akan berat untuk anak, oleh karena itu perlu memperhatikan psikis dari balita tersebut. Untuk soal no 5 mendapatkan hasil yang baik dan maksimal.

 

  1. F.     Tabel hasil analisis data soal no. 6

 

Jumlah responden Ya Kadang-kadang tidak
20 3 14 3

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 3/20*100% =  15%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 14/20*100% = 70%

jawaban tidak : f/n*100%, 3/20*100% =  15%

  1. Analisis data soal no 6

Untuk soal mengenai perilaku tidak mengajak ngobrol anak, mendapatkan jawaban ya 15%, kadang-kadang 70%, dan tidak 15%. Maka berdasarkan jawaban tersebut sepertinya kegiatan bimbingan yang mempengaruhi pada aspek komunikasi antara anak dan orang tua ini masih kurang, dan masih perlu ditingkatkan. Karena pada dasarnya kegiatan mengobrol ini adalah suatu kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Karena hal itu akan mempengaruhi pada sifat terbuka anak terhadap orang tua, dan perasaan memiliki untuk anak baklita sejak usia dini itu harus selalu dilakukan. Proses tumbuh kembang anak laiknya harus memperhatikan komunikasi tersebut.

 

  1. G.    tabel hasil analisis data soal no. 7

 

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

0

16

4

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 0/20*100% =  0%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 16/20*100% = 80%

jawaban tidak : f/n*100%, 4/20*100% =  20%

  1. Analisis data soal no. 7

Untuk soal mengenai tidak menjelaskan bagaimana keinginan harapan orang tua terhadap anak didapatkan hasil 0% untuk ya. 80% untuk kadang-kadang dan 20% untuk tidak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa orang tua terkadang tidak menjelaskan harapan mereka kepada anak dan terkadang mereka menjelaskan harapan mereka terhadap anak. Menjelaskan harapan serta keinginanan mereka terhadap anak merupakan suatu hal seharusnya dilakukan oleh  orang tua. Sepertinya hal itu dianggap mudah dan tidak terlalu penting, akan tetapi itu merupakan hal yang penting untuk perkembangan anak. Berdasrkan hasil diatas perlunya ada peningkatan mengenai hal tersebut.

 

 

 

 

  1. H.    Tabel hasil analisis data soal no. 8

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

2

5

13

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 2/20*100% =  10%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 5/20*100% = 25%

jawaban tidak : f/n*100%, 13/20*100% =  65%

  1. Analisis data soal no. 8

untuk soal no 8 ini mengenai anda tidak mendengar pendapat anak diperoleh hasil bahwa 10% menjawab ya, 25% menjawab kadang-kadang, dan 65% untuk jawaban tidak. Berdasarkan hasil tersebut bahwa lebih dari sebagian peserta setuju dan melakukan untuk selalu mendengar pendapat anak. Mendengarkan pendapat anak sejak usia dini dapat menumbuhkan sifat percaya diri dan rasa dihargai oleh orang lain yang ditanamkan oleh orang tua. Dan proses bimbingan untuk hal ini berjalan dengan baik. Mendengarkan pendapat anak akan berdampak anak menjadi kritis dan berani untuk mengutarakan di kemudian hari.

  1. I.       Tabel hasil analisis data soal no. 9

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

4

14

2

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 4/20*100% =  20%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 14/20*100% = 70%

jawaban tidak : f/n*100%, 2/20*100% =  10%

  1. Analisis data soal no. 9

Untuk soal no 9 yaitu anda sring melarang-larang anak diperoleh jawaban yaitu 20% untuk ya, 70% untuk kadang-kadang dam 10% untuk tidak. Maka berdasarkan hasil tersebut bahwa terkadang para orang tua melarang anak untuk melakukan sesuatu, tindakan larangan untuk anak ini dinilai baik jika hal itu dianggap akan merugikan anak tersebut, ytapi akan dianggao tidak baik jika orang tua mengekang kreativitas anak dengan cara melarang anak tersebut.

 

  1. J.      Tabel hasil analisis data soal no. 10

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

1

3

16

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 1/20*100% =  5%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 3/20*100% = 15%

jawaban tidak : f/n*100%, 16/20*100% =  80%

  1. Analisis data soal no. 10

Soal no 10 menyatakan tentang bahwa anda menitipkan anak di tempat lain maka jawaban diperoleh adalah 5% untuk ya, 15% untuk kadang-kadang dan 80% untuk tidak. Berdasarkan jawaban tersebut maka hampir semoa orang tua setuju dan melakukan untuk tidak menitipkan anak di tempat lain. hal ini menunjukkan bahwa proses bimbingan pada BKB enegenai tanggung jawab untuk menjaga anak suda berhasil.

  1. K.    Tabel hasil analisis data soal no. 11

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

2

2

16

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 2/20*100% =  10%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 2/20*100% = 10%

jawaban tidak : f/n*100%, 16/20*100% =  80%

  1. Analisis data soal no. 11

Untuk soal mengenai anda menyerahkan pengasuhan pada orang lain maka jawaban yang diperoleh adalah 10% menjawab ya, 10% mennjawab kadang-kadang, dan 80% menjawab tidak. Maka berdasarkan hasil tersebut maka diketahui bahwa proses pengasuhan dilakukan hampir sepenuhnya oleh diri sendiri tanpa campur tangan pihak lain. hal ini menunjukkan bahwa proses kesadaran akan pengasuhan anak oleh sendiri itu berada dalam tingkatan yang baik. Adapun jawaban yang masih melakukan kegiatan tersebut disebabkan karena mereka memiliki aktifitas pekerjaan yang tidak memungkinkan mereka meninggalkan anak sendiri jadi harus ada orang lain yang mengasuh dan menenmaninya.

 

  1. L.     Tabel hasil analisis data soal no. 12
Jumlah responden Ya Kadang-kadang tidak
20 2 16 2

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 2/20*100% =  10%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 16/20*100% = 80%

jawaban tidak : f/n*100%, 2/20*100% =  10%

  1. Analisis data soal no. 12

Untuk soal mengenai anda suka memarahi anak, maka jawaban yang diperoleh adalah 10% untuk ya, 80% untuk kadang-kadang dan 10% untuk tidak. Maka berdasarkan jawaba tersebut dapat di analisis bahwa memarahi anak menjadi suatu hal yang terkadang dilakukan oleh para orang tua, memarahi dilakukan hendaknya dengan tidak berlebihan dan tidak bersifat kekerasan, memarahi hendaknya untuk mendidik, dan memarahi hinedaknya jelas alasannya tidak seenaknya memarahi, dan anak harus senantiasa diberi penjelasan alasan mengapa anda memarahi anak tersebut, sehingga anak dapat menyadari kesalahannya.

  1. M.   tabel hasil analisis data soal no. 13

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

0

12

8

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 0/20*100% =  0%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 12/20*100% = 60%

jawaban tidak : f/n*100%, 8/20*100% =  40%

  1. Analisis data soal no. 13

Untuk soal no 13 yaitu mengenai anda suka membentak anak, diperoleh jawaban yaitu 0% untuk ya, 60% untuk kadang-kadang dan 40% untuk tidak. Maka berdasarkan hasil yang diperoleh tampaknya membentak masih menjadi suatu cara yang dipilih untuk menegur anak. Akan tetapi membentak tak sepenuhnya menjadi cara yang baik untuk diambil. Pada dasarnya membentak anakan menjadikan anak menjadi anak yang senantiasa membentak dan mengeraskan suara. Untuk kegiatan BKB ini hal ini menjadi suatu hal yang harus diperhatika.

  1. N.    Tabel hasil analisis data soal no. 14

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

0

7

13

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 0/20*100% =  0%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 7/20*100% = 35%

jawaban tidak : f/n*100%, 13/20*100% =  65%

  1. Analisis data soal no. 14

Untuk soal no 14 mengenai anda suka menghukum dengan kekerasan fisik, maka jawaban yang diperoleh 0% untuk ya. 35% untuk kadang-kadang dan 65% untuk tidak. Berdasarkan jawaban tersebut dapat diketahui bahwa tindakan fisik sudah tidak terlalu menjadi solusi untuk mendidik anak, karena tindfakan fisik akan mempengaruhi kondisi psikis dari anak tersebut.

 

  1. O.    Tabel hasil analisis data soal no. 15

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

0

0

20

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 0/20*100% =  0%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 0/20*100% = 0%

jawaban tidak : f/n*100%, 20/20*100% =  100%

  1. Analisis data soal no. 15

Untuk soal no 15 yaitu apakah anda mempunyai pembantu, maka jawaban yang di peroleh adalah 100% tidak menggunakan jasa pembantu. Hal ini sangat baik sekali, karena mendidik anak agar tidak manja dan hubungan kerjasama orang tua yang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. P.     Tabel hasil analisis data soal no. 16

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

3

16

1

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 3/20*100% =  15%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 16/20*100% = 80%

jawaban tidak : f/n*100%, 1/20*100% =  5%

  1. Analisis data soal no. 16

Soal mengenai anda selalu mengabulkan permintaan anak, maka jawaban yang diperoleh 15% untuk ya, 80% untuk kadang-kadang dan 5% untuk ya. Maka berdasarkan hasil diatas bahwa orang tua terkadang mengabulkan keinginan dan permintaan anak. Hal ini dapat dilakukanselama memenuhi keinginan tersebut tidak menyebabkan anak tersebut menjadi konsumtif dan manja. Biasanya anaka akan dipenuhi keinginanya jika telah menyelesaikan sesuatu hal.

 

  1. Q.    Tabel hasil analisis data soal no. 17

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

9

8

3

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 9/20*100% =  45%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 8/20*100% = 40%

jawaban tidak : f/n*100%, 3/20*100% =  15%

  1. Analisis data soal no. 17

Untuk soal mengenai anda menilai bahwa perilaku anak dipengaruhi oleh lingkungan, untuk soal ini diperoleh jawaban 45% untuk ya, 40% untuk kadang-kadang dan 15% untuk tidak. Maka berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahawa orang tua menyadari bahawa lingkungan mempengaruhi perilaku pada anak. Karena lingkungan merupakan tempat dimana anak berada. Maka proses bimbingan untuk memberikan kesadaran akan pengaruh dari lingkungan pada perilaku anak itu adalah baik.

 

 

  1. R.    Tabel hasil analisis data soal no. 18

Jumlah responden

Ya

Kadang-kadang

tidak

20

9

3

8

 

  1. proses penghitungan ;

jawaban ya : f/n*100%, 9/20*100% =  45%

jawaban kadang-kadang : f/n*100% , 3/20*100% = 15%

jawaban tidak : f/n*100%, 8/20*100% =  40%

  1. Analisis data soal no. 18

Untuk soal no 18 yaitu bahwa anda merasa sudah melakukan pengasuhan dengan benar sehingga tidak perlu perubahan maka didapatkan hasil 45% untuk ya, 15% untuk kadang-kadang dan tidak untuk 40%. Berdasarkan jawaban tersebut diperoleh bahwa orang tua masih perlu adanya perubahan atau bimbingan dalam mendidikan anak untuk memiliki kemampuan mengasuh anak, akan tetapi ada pula yang merasa sudah baik dan tidak perlu perubahan.

 

3.12.4     Tabel Sesuai Pendidikan

SD

No. Responden

Nama

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Status

9.

Emi

39 Tahun

SD

IRT

Bersuami

11.

Fitri

21 tahun

SD

Swasta

Bersuami

12.

Hasanah

29 tahun

SD

Swasta

Bersuami

14.

Rasid Nurteja

30 Tahun

SD

IRT

Bersuami

15.

Meti

28 Tahun

SD

IRT

Bersuami

16.

Dede Fatimah

27 Tahun

SD

IRT

Bersuami

Tabel 5.  tingkat pendidikan SD

 

 

 

 

 

 

 

  1. a.      Tabel Hasil Angket
No.responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

9.

Y Y K K T T T T K T T K T K T K K T

11.

Y Y Y T K Y T T Y K T Y K T T Y T Y

12.

Y Y Y T T K T K K T T K K T T K Y Y

14.

Y Y K T Y T T T K T T K K K T K Y T

15.

Y Y Y T T T T T K T T K K T T K Y Y

16.

Y Y Y K T T K T K T T K K T T K K Y

Table 6. hasil angket tingkat pendikat SD

 

 

  1. b.      Tabel Tingkat Pendidikan SMP

No. Responden

Nama

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Status

1.

Siti Aisyah

33 Tahun

SMP

IRT

Bersuami

13.

Elis Yani

40 Tahun

SMP

IRT

Bersuami

Table 7. table tingkat pendidikan SMP

  1. c.       Tabel Hasil Angket
No.responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1.

Y Y T K T K T K K T T K T T T Y K Y

13.

K Y Y T T T T Y T T T T T T T Y T Y

Table 8. Hasil Angket tingkat pendidikan SMP

 

  1. d.      Tabel tingkat pendidikan SMA

No. Responden

Nama

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Status

2. Yuyun Yuningsih

35 tahun

SMA

IRT

Bersuami

5. Haryani

37 tahun

SMA

IRT

Bersuami

6. Wati

40 tahun

SMA

Wiraswasta

Single Parent

10.

Susan

29 tahun

SMA

Wiraswasta

Bersuami

17.

Mia 31 Tahun

SMA

Swasta

Bersuami

18.

Rusmini 32 Tahun

SMA

IRT

Bersuami

19.

Sandra 23 Tahun

SMA

IRT

Bersuami

20.

Suminar 32 Tahun

SMA

Swasta

Bersuami

Table 9. tingkat pendidikan SMA

 

  1. e.      Tabel hasil angket
No.responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

2.

K Y Y K K Y T Y Y T T K K T T T Y T

5.

Y Y Y T T T T T Y T T Y K K T K Y K

6.

Y Y K K K K K K Y K Y K K K T K K T

10.

Y Y Y K K T K T K Y Y K K T T K Y Y

17.

Y Y K K T Y T K K T T K K T T K T Y

18.

Y Y K K K T T T K K T K T T T K K T

19.

Y Y K K T T T T K T T K T K T K K T

20.

K Y K K T T T T K T K K T K T K K T

Table 10. hasil angket tingkat pendidikan SMA

  1. d.      Tabel tingkat pendidikan D1 dan D3.

No. Responden

Nama

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Status

4.

Nelis 38 Tahun D1 IRT Bersuami

3.

Tuti Julaeha 29 Tahun D3 IRT Bersuami

7.

Yulia 29 Tahun D3 IRT Bersuami

Table 11. Tabel tingkat pendidikan D1 dan D3

  1. e.      Tabel Hasil Angket
No.responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

4.

Y Y K K T T T T K T T K T T T K Y K

Table 11. Tabel hasil tingkat pendidikan D1 dan D3

3.

Y K K K T T T T T T T T T T T K K K

7.

Y K K K T T K K K T T K K T T K Y Y

 

 

 

 

 

3.13 Analisis

BKB, atau bina keluarga balita, merupakan sebuah program dari pemerintah dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan sikap orang tua serta anggota keluarga untuk mempersiapkan pendidikan anak usia nol (0) sampai dengan bawah lima tahun, dalam rangka menumbuhkembangkan kecerdasan balita. Berdasarkan hasil angket dan observasi maka dapat dilihat bahwa proses bimbingan tentang BKB yang didalamnya mengandung parenting skill, tentang bagaimana cara pengasuhan terhadap anak pada usia balita, maka dapat dianalissi bahwa kegiatan tersebut bisa dikatakan cukup berhasil, karena pberdasarkan angket jawaban angket dihasilkan bahwa jawaban tersebut menunjukkan suatu pola tindakan yang baik terhadap anak. Ada saatnya orang tua bersikap tegas dan ada saatnya orang tua bersikap hangat. Orang tua perlu memiliki pengetahuan mengenai bagaimana pola asuh yang tepat terhadap anak, karena pola asuh merupakan salah satu cara dari proses pemebentukan karakter pada anak. Proses BKB yang saat ini dilakukan di BKB Miana pos I ini berusaha agar proses bimbingan yang dilakukannya dapat benar-benar bisa berdampak positif pada pengetahuan yang dimiliki oleh para orang tua untuk menerapkan cara tersebut pada anak tersebut, layanan BKB yang dapat menjadi sarana untuk mengetahui proses tumbuh kembang anak sekiranya dapat membantu para orang tua. Factor lingkungan dapat mempengaruhi perilaku dari anak, sehingga orang tua perlu mengawasi dengan ketat bagaimana kondisi perkembangan anak.

Poses layanan bimbingan pada BKB ini tidak lepas dari hambatan yang dimiliki, kurangnya jumlah kader dapat sedikit menghambat proses layanan ini. Kemampuan atau kapabilitas dari seorang kader hendak di tingkatkan agar berbagai permasalahan yang di hadapi peserta dapa terselesaikan.

Dalam hasil penelitian ini factor pendidikan tidak terlalu memiliki pengaruh yang besar terhadap pola asuh. Mengapa hal itu terjadi Karena tidak semua orang yang mengenyam dunia pendidikan tinggi memahami atau mengetahui kemampuan untuk mengasuh anak, dan belum tentu pula mereka memiliki pola asuh yang tepat. Tidak terlalu terilhat perbedaan yang mecolok dari jawaban yang ada anatar factor pendidikan SD-SMP-SMA. Factor pendidikan hanya mempengaruhi sedikit saja yaitu adalah menegnai informasi umu dan daya pergaulan yang jauh lebih baik, begitu pila tingkat ekonomi yang jauh lebih baik.

 

Secara garis besar proses layanan BKB dapat mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anak. Orang tua yang mempunyai Balita harus mengetahui pola asuh anak, untuk pembentukan karakter sejak dini. Sebagai orang tua baru, atau orangtua muda, bahkan yang  tidak mengenyam pendidikan secara memadai, perlu memahami pola asuh dan tumbuh kembang anak dengan baik. Karena sudah selayaknya selaku orang tua agar memiliki pengetahuan bagaimana sebenarnya pola asuh tumbuh kembang anak yang baik dan benar itu supaya sang anak kelak menjadi lebih berkualitas. Dengan BKB menjadikan para orang tua bertambah wawasan dan pengetahuan tentang pola asuh anak, serta meningkatnya keterampilan dalam mengasuh dan mendidik anak balita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

4.1 Kesimpulan

1. Adapun  materi yang disampaiakan pada BKB yaitu :

  • Perkembangan Fisik Anak yang dipantau dalam KKA (Kartu Kembang Anak)
  • Gerakan kasar dan gerakan halus anak balita 0 – 24 bulan
  • Kemampuan pengamatan anak balita
  • Komunikasi Aktif dan Pasif pada balita
  • Perkembangan Kecerdasan Balita
  • Kemampuan Menolong diri sendiri pada Balita, serta
  • Tingkah laku sosial anak

2. Adapun proses kegiatan layanan BKB ini dilakukan dengan Suasana kekeluargaan pada saat proses layanan berlangsung. Para ibu mendampingi anaknya belajar dan bermain, pendampingan itu tidak diwakilkan oleh pembantu ataupun kakak si balita, tapi langsung oleh ibunya. Proses bimbingan atau konseling pun dilakukan dengan berhadapan, akan tetapi jika sedang penyuluhan biasanya berdampingan dengan bermainan dengan anak-anak.  Dalam satu kelompok BKB ditunjuk satu atau beberapa kader yang bertugas untuk menyampaikan materi penyuluhan setiap kali peserta BKB mengikuti kegiatan, selalu diperiksa KMS (kartu menuju sehat) masing-masing anak. Sehinga, gizi dan kesehatan para balita dapat terkontrol dengan baik. Selain itu, ada pula penyuluhan keluarga yang diajarkan melalui ibunya setiap kali pertemuan.

3Hambatan yang dimiliki oleh BKB Miana ini adalah :

  1. Kurangnya kader yang memadai
  2. Kurangnya APE (Alat Permainan Edukatif)
  3. Kurangnya informasi dari kepengurusan BKB sebelumnya.
  4. Adapun hasil dari kegiatan layanan BKB ini adalah berdampak cukup baik, karena dengan proses layanan BKB ini dapat member informasi pada orang tua mengenai tumbuh kembang anak, mengetahui tentenag parenting skill, dan mengetahui informasi mengenai keluarga berencana.
  5. Terdapat pengaruh dari layanan bina keluarga berencana terhadap cara pola asuh orang tua, hal ini disebabkan orang tua mendapat edukasi tentang bagaimana pola asuh pada anak yang baik sehingga menghasilkan anak yang berkualitas yang tumbuh dan berkembang secara baik, sehat secara fisik dan psiskis.

 

 

4.2 Saran

Kepada para Kader BKB di BKB Miana ini dig\harapkan untuk senantiasa memiliki rasa semangat untuk memberikan layanan bimbingan terhadap peserta BKB. Serta perlu adanya pelatihan yang rutin untuk para kader menegenai hal-hal yang berhubungan dengan BKB, serta perlu adanya regenerasi dalam kepengurusan BKB.

Untuk jurusan BPI, BKB dapat dijadikan sebagai laboratorium serta peluang emas untuk dapat mengembangkan karir ke BPI-an, karena kegiatan penyuluhan menjadi hal yang diperlukan terutama kegiatan bimbingan dan konseling, dengan kelebihan yang dimiliki jursan BPI ini mengenai teknik-teknik tersebut maka dapat menjadikan jurusan BPI selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas SDM didalamnya, baik itu pada mahasiswa maupun pada tenaga pengajar serta kurikulum pembelajaran.

Untuk mata kuliah Metodologi Penelitian diharapkan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam kegiatan observasi dan teknik penulisan laporan penelitian agar semakin jauh lebih baik.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

*        Azwar, S. 1997. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

*        Azwar, S. 2005. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

*        Dewa ketut sukardi. Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah, (jakarta : pt. Rineka cipta 2000) cet. Ke-1

*        M. Umar dan sartono. Bimbingan dan penyuluhan. (bandung pustaka setia 1998),  cet ke 4

*        Masyuri Dr. Ir.. Mpd , Zainudin M Drs, MA. Metodologi Penelitian (Pendekatan Praktis Dan Aplikatif).  Refika aditama. cet 2 2009. Bandung

*        Sekadmayant .Dr. Hj. i, M.Pd , Drs. Syarifudin Hidayat. Metodologi Penelitian. Mandar Maju, 2002 . Bandung

*        Moleong. J. lexy.  Prof. DR. metodolgi penelitian kualitatif. pt. remaja rosda karya, 2005. bandung,

*        Nazir, M. 1998. Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

*        Sugiyono. 1999. Statistika untuk Penelitian. Bandung: IKAPI.

*        Shertzer, b. & stone, s.c. 1976. Fundamental of gudance. Boston : hmc

*        Prayitno dan erman amti. 2004. Dasar-dasar bimbingan konseling. Cetakan ke dua.

*        Winkel, w.s,.2005. Bimbingan dan konseling di intitusi pendidikan, edisi revisi. Jakarta: gramedia

*        http://adln.lib.unair.ac.id/go.php?id=gdlhub-gdl-s2-2006-setijaning-1823

*        http://www.bkbpaud-melati.edu.tf

*        Pengertian bimbingan by: eko susanto

*        pengertian penyuluhan mas arip

*        http://www.orangtua.org/

*        http://adf.ly/405687/http://911medical.blogspot.com/2008/04/artikel-makalah-tentang-kb-keluarga.html

*        http://pondokibu.com/

*        http://anak-anak.org/

*        http://kerockan.blogspot.com/

*        http://belibis-a17.com/

*        http://edukasi.kompasiana.com/

 

Pedoman Wawancara

 

Kepada ketua BKB dan kader BKB

  1. Apa nama BKB ini?
  2. Berapa jumlah peserta BKB?
  3. Berapa kader BKB?
  4. Apa materi yang disampaikan?
  5. Kapan pelaksanaan BKB?
  6. Bagaimana hasil yang dicapai?
  7. Apa hambatan dari pelaksanaan BKB?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s