Bina Keluarga Balita ( BKB )

A.    Pengertian

Bina keluarga balita adalah kegiatan yang khusus mengelola tentang  pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur, yang dilaksanakan oleh sejumlah kader dan berada ditingkat RW. (Pedoman Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita Tahun 2006)

Bina Keluarga Balita (BKB) adalah upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu/anggota keluarga lainnya dengan anak balita. (http://djoenfhgova86.blogspot.com/2008/10/peraturan-walikota-nomor-20-tahun-2008.html )


Kelompok BKB umumnya terdiri dari keluarga muda dengan anggota yang mempunyai anak batita atau anak balita. Untuk memberdayakan keluarga Batita (Bawah UsiaTigaTahun) dan keluarga Balita (Bawah Usia Lima Tahun), seluruh jajaran pemba-ngunan, termasuk kekuatan keluarga yang tergabung dalam POSDAYA, diarahkan agar setiap keluarga member prioritas yang tinggi terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak balitanya. Orang tua dalam POSDAYA dapat d i s i a p k a n unt uk menyegarkan kembali Gerakan Bina Keluarga Balita (BKB), sebagai gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk memelihara kesehatan, hantaran tumbuh kembang anaknya, deteksi dini kelainan atau kecacatan dan akhirnya menyiapkan anak balitanya siap sekolah bersama anak-anak lain.

B.    Tujuan

1.    Bagi lembaga
•    Untuk mendapatkan informasi dan edukasi program keluarga berencana dalam perencanaan keluarga dengan pendekatan pada oktimalisasi perhatian pola asuh anak balita dikeluarga.
•    Untuk meningkatkan kelestarian kesertaan ber-KB bagi keluarga.

2.    Bagi orang tua
•    Agar dapat mengurus dan merawat anak serta pandai membagi waktu dan mengasuh anak
•    Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pola asuh anak yang benar
•    Untuk meningkatkan keterampilan dalam hal mengasuh dan mendidik anak balita
•    Supaya lebih terarah dalam cara pembinaan anak
•    Agar mampu mencurahkan perhatian dan kasih saying terhadap anak sehingga tercipta ikatan batin yang kuat antara otang tua dan anak.
•    Agar mampu membentuk anak yang berkualitas.

3.    Bagi anak, diharapkan:
•    Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
•    Berkepribadian luhur
•    Tumbuh dan berkembang secara optimal
•    Cerdas, trampil, dan sehat
•    Memiliki dasar kepribadian yang kuat guna perkembangan selanjutnya.

C.    Sasaran

1.    Sasaran Langsung

a.    Ibu dan atau anggota keluarga lainnya yang mempunyai anak balita.
b.    Pembina Kelompok BKB.
c.    Pengurus / Pengelola Kelompok BKB

2.    Sasaran Tidak langsung

a.    Tokoh Masyarakat
b.    Tokoh Pendidikan
c.    Institusi Pemerintah
d.    LSM

D.    Kegiatan

1.    Pembentukan kelompok bina keluarga balita, langkah-langkah pelaksanaan sebagai berikut:

-    Pendataan
Dilakukan pendataan sasaran dan potensi wilayah antara lain PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, keluarga-keluarga yang mempunyai potensi khusus dan kader yang mau dan mampu untuk memimpin Bina Keluarga Balita.

Selanjutnya hasil analisa dipilah-pilah, keluarga sesuai dengan sasaran dari Bina Keluarga Balita sehingga dapat menentukan:

a.    Prioritas penggarapan Bina Keluarga yang diperlukan
b.    Prioritas wilayah kegiatan tersebut dengan memperhatikan jumlah anggota 20-40 keluarga dan potensi keluarga seperti: calon kader aktif, dukungan pemerintah,dll

-    Penggalangan kesepakatan
Berdasarkan data tersebut petugas lapangan keluarga berencana bersama dengan kelompok kerja teknis melakukan penggalangan kesepakatan dengan cara:
a.    Konsultasi dengan lurah bertujuan:
1.    Melaporkan hasil pendataan
2.    Rencana pembentukan kelompok BKB
3.    Mendapat dukungan dari lurah

b.    Kunjungan tokoh nonformal antara lain tokoh masyarakat dan calon pengurus kelompok BKB untuk mendapat dukungan kesediaannya.

c.    Kunjungan sasaran bertujuan untuk:
1.    Memperoleh data sasaran calon anggaota kelompok BKB yang akan dibentuk.
2.    Menyampaikan infomasi awal tentang latar belakang dan tujuan pembantukan kelompok BKB.

d.    Saresehan keluarga
Calon pengurus dan anggota perlu mendapat informasi yang lengkap tentang program yang akan dilaksanakan dengan materi:
1.    Maksud dan tujuan pembentukan kelompok BKB
2.    Perlunya dibentuk kelompok BKB
3.    Inventarisasi calon kader
4.    Penetapan kader
5.    Penetapan sarana kegiatan
6.    Penetapan lokasi kegiatan

-    Pengukuhan
Legitimasi keberadaannya agar diketahui seluruh warga dan mendapat pengakuan, maka hendaknya kelompok BKB tersebut dikukuhkan dengan SK camat atau lurah dalam kegiatan rapat koordinasi.

-    Pembekalan
Pengurus atau pengelola kelompok BKB yang telah dikukuhkan diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan BKB melalui pelatihan atau orientasi atau magang sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi setempat.

2.    Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita
Kegiatan pembinaan merupakan langkah yang diperlukan agar kelompok dapat berjalan secara optimal dalam melakukan kegiatan Bina Keluarga Balita.
Adapun langkah-langkah pembinaan dilakukan melalui:

1.    Pertemuan kelompok
Kegiatan pertemuan kelompok:
Kini pada dasarnya merupakan wahana kegiatan tukar informasi/diskusi dan penyuluhan dari pembina tentang kegiatan usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh kelompok BKB.

Kegiatan ini perlu dilakukan minimal 1 bulan 1 kali yang dihadiri oleh keluarga anggota kelompok BKB.

a.    Cara-cara penyelanggaraan pertemuan
Sebagai langkah pertama, pengurus membuat rencana/agenda pembahasan setiap pertemuan yang meliputi:

1)    Agar pertemuan dapat berjalan dengan tertib serta menghasilkan sesuatu langkah yang akan dilakukan oleh anggota atau kelompok perlu diatur melalui tahapan sebagai berikut:
•    Penetapan waktu
•    Penetapan tempat
•    Penetapan  pembahasan
•    Pembagian tugas antara pengurus kelompok BKB
•    Penyiapan sarana/alat bantu media pembahasan
•    Menyepakati rencana pertemuan berikutnya

2)    Pelaksanaan pertemuan
-    Tahap pembuka (20 menit)
Pada tahap awal ini sebaiknya diisi dengan acara-acara:
•    Tahap pembuka
•    Tahap pembahasan mareti yang lalu
•    Tahap penyampaian materi pokok
•    Tahap penutup

2.    Materi Bina Keluarga Balita
Materi pokok BKB disampaikan dalam 8 kali pertemuan:
a.    Gerakan pembangunan keluarga sejahtera
b.    Konsep dasar BKB dan remaja
c.    Pemantapan 8 fungsi keluarga
d.    Peran orang tua dalam pembinaan anak dan balita
e.    Tumbang anak dan balita
f.    Reproduksi sehat
g.    Pembinaan anak dan balita
h.    Pengelolaan program BKB
3.    Pendampingan

Pendampingan oleh Pembina dimaksudkan sebagai upaya memberikan bantuan teknis pada kelompok BKB dalam mempercapat tercapainya kemandirian kelompok.
Peran-peran Pembina dalam pendampingan antara lain sebagai berikut:

a.    Peran sebagai fasilitator
      Berfungsi mengkoordinir sumberdaya yang ada dalam kelompok BKB
b.    Peran sebagai motivator
     Berfungsi untuk menumbuhkan motifasi para anggota kelompok untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kelompok.
c.    Peran sebagai katalisator
      Berfungsi untuk menjembatani hubungan individu dengan kelompok, kelompok dengan masyarakat, dan kelompok dengan instansi baik pemerintah maupun non pemerintah.

3.    Pengembangan kelompok BKB
Dalam pengembangan kelompok BKB dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.    Membangun komitmen
2.    Menumbuhkan motifasi, kemampuan, dan keterampilan
3.    Melakukan pembinaan berkelanjutan
4.    Melakukan evaluasi dan monitoring
5.    Pembentukan wadah atau forum komunikasi informasi pengelola BKB mulai tingkat kecamatan dan tingkat kota

4.    Pengelolaan kelompok BKB
Pengelolaan kelompok BKB dalam pelaksanaan kegiatannya dilaksanakan oleh kader. Kader BKB adalah anggota masyarakat yang bekerja secara suka rela dalam membina dan menyuluh orang tua balita tentang bagaimana mengasuh anak secara baik dan benar.

a.    Syarat-syarat kader:
1)    Laki-laki atau perempuan yang tinggal dilokasi kegiatan mempunyai minat terhadap anak.
2)    Paling sedikit dapat membaca dan menulis, menguasai bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat.
3)    Bersedia bekerja sebagai tenaga sukarela.
4)    Bersedia dilatih sebelum melaksanakan kegiatan.
5)    Mampu berkomunikasi dengan orang tua balita secara baik.

b.    Tugas kader
1)    Memberikan penyuluhan sesuai dengan materi yang telah ditentukan.
2)    Mengadakan pengamatan perkembangan peserta BKB dan anak balitanya.
3)    Memberikan pelayanan dan mengadakan kunjungan rumah.
4)    Memotivasi orang tua untuk merujuk anak yang mengalami masalah tumbuh kembang anak.
5)    Membuat laporan kegiatan dari masing-masing kelompok umur pada folmulir yang telah disediakan.

c.    Pembagian tugas kader
1)    Kader inti adalah penyampai atau penyuluh kepada orang tua peserta BKB dan bertanggung jawab atas jalannya kegiatan.
2)    Kader piket yang bertugas mengasuh anak dan balita.
3)    Kader bantu membantu tugas kader inti dan kader piket.

5.    Pelaksanaan penyuluhan BKB

1.    Pengelompokan peserta BKB
a.    Kelompok peserta BKB yang mempunyai anak 0 – 1 tahun.
b.    Kelompok peserta BKB yang mempunyai anak 1 – 2 tahun.
c.    Kelompok peserta BKB yang mempunyai anak 2 – 3 tahun.
d.    Kelompok peserta BKB yang mempunyai anak 3 – 4 tahun.
e.    Kelompok peserta BKB yang mempunyai anak 4 – 5 tahun.

2.    Materi penyuluhan tentang BKB
Materi penyuluhan untuk penerapan pola asuh tumbuh kembang anak balita dalam program BKB dilakukan 9 kali dengan materi poko sebagai berikut:
a.    Program KB
Pada dasarnya program KB bertujuan untuk:
1)    Meningkatkan kualitas masyarakat untuk memenuhi hak-hak reproduksi dan kesehatan reproduksi.
2)    Meningkatkan kualitas penduduk

b.    Peran orang tua dalam pembinaan balita dan konsep diri orang tua
Orang tua memegang kunci dalam pembinaan anak terutama dalam masa balita. Sebagai pengasuh dan pendidik anak, orang tua dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, orang tualah yang paling mengetahui secara seksama tentang perubahan yang terjadi pada anak.

Hal-hal yang harus dilakukan orang tua dalam membina tumbang anak:

1)    Tidak membandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya
2)    Tidak menuntut anak melebihi kemampuannya
3)    Memenuhi kebutuhan akan ASI, ASAH, dan ASUH
4)    Tidak melecehkan anak tetapi memberikan dorongan pada anak
5)    Meningkatkan komunikasi dengan anak dengan pesan yang ikhlas
6)    Memberikan nesempatan kepada anak untuk mengungkapkan perasaannya dan menjadi pendengar yang baik
7)    Menjadi teladan yang baik

c.    Petumbuhan dan perkembangan balita

Masa balita sering dikatakan sebagai masa kritis, karena kegagalan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak pada masa ini akan berdampak buruk dikemudian hari.
Masa balita juga dikatakan sebagai masa periode emas ( Golden Age Period) dalam kehidupan seorang manusia, suatu periode yang tidak dapat di ulang dalam usia selanjutnya. Oleh karena itu masa emas ini harus benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh orang tua untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anakmelalui pola asuh yang benar.

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Proses pertumbuhan ini dapat dideteksi dalam kegiata posyandu melalui KMS.


Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dengan kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi kemandirian. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi.


Ciri-ciri dan prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak

1)    Perkembangan menimbulkan perubahan
2)    Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.
3)    Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan berbeda
4)    Perkembangan berkolerasi dengan pertumbuhan
5)    Perkembangan mempunyai pola yang tetap
6)    Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tumbuh kembang anak

1)    Factor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak diantaranya : ras/ etnik atau bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, genetic dan kelainan kromosom
2)    Faktor luar (eksternal)

a)    Faktor prenatal yang terdiri dari gizi, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, kelainan imunilogi, anoksia embrio dan psikologi ibu.

    b)    Faktor Persalinan, komplikasi persalinan pada bayi serta trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
    c)    Faktor pasca salin seperti gizi, lingkungan fisis dan kimia, psikologis, endokrin, sosio-ekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi dan obat-obatan.

Aspek-aspek perkembangan anak yang perlu mendapat perhatian adalah:
1)    Perkembangan kemampuan gerakan kasar.
2)    Perkempangan kemampuan gerakan halus
3)    Perkempangan kemampuan memahami apa yang dikatakan orang lain
4)    Perkembangan kemampuan berbicara
5)    Perkembangan kemampuan kecerdasan
6)    Perkembangan kemampuan menolong diri sendiri
7)    Perkembangan kemampuan bergaul social

Periode tumbuh kembang anak terdiri dari :
1)    Masa prenatal atau masa intrauterine (masa janin dalam kandungan), masa ini dibagi menjadi 3 periode yaitu :

  • Masa zigot/mudigah
  • Masa embrio
  • Masa janin/fetus


2)    Masa bayi (umur 0 sampai 11 bulan), masa ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu :

  •  Masa neonatal, umur 0 sampai 28 hari yang terdiri dari masa neonatal dini ( umur 0-7 hari) dan masa neonatal lanjut (umur 8-28 hari)
  •  Masa post neonatal, umur 8-11 bulan
  • Masa anak di bawah lima tahun (anak balita, umur 12-59 bulan)
  • Masa anak pra sekolah (anak umur 60-72 bulan)

d.    Media interaksi orang tua dan anak
e.    Gerakan kasar dan halus
f.    Komunikasi pasif dan aktif
g.    Kecerdasan
h.    Menolong diri sendiri dan sosialisasi
i.    Diskusi masalah pertumbuhan dan perkembangan anak

E.    SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN

1.    Pemantauan Perkembangan Balita Melalui KKA
Untuk memantau tujuh aspek perkembangan anak telah dikembangkan alat pantau yaitu Kartu Kembang Anak (KKA)

a.    Pengertian:

KKA adalah kartu yang digunakan untuk memantau kegiatan asuh orang tua dan tumbuh kembang  anak.
b.    Manfaat:
1)    Bagi orang tua
Dapat memantau tumbuh kembang anak, membimbing serta membina anaknya dengan tingkat perkembangan umur anak.
2)    Bagi anak
Anak diharapkan dapat tumbuh kembang secara optimal dengan pemantauan orang tua secara optimal dengan pemantauan orang tua secara baik dan benar.
3)    Bagi kader
Kader dapat dengan mudah melakukan penyuluhan.
4)    Cara menggunakan KKA

Mengenal KKA

KKA terdiri dari:
a.    Kolom identitas anak dan orang tua, bulan dan tahun kelahiran anak.
Contoh :
Nama anak    :     Budi
Tanggal lahir    :    12-8-2001
Jenis kelamin    :    laki-laki
Nama orang tua    :    Suherman
Rt/Rw        :    01/05
Kelurahan    :    Turangga
Kecamatan    :    lengkong

b.    Kolom Tugas Perkembangan Anak

Kolom ini berisi tugas-tugas perkembangan anak yang dipergunakan untuk memantau kemampuan dan keterampilan anak pada umur tertentu. Untuk umur 3 tahun pertama, dipilih sebanyak 36 tugas perkembangan secara berurutan. Adapun setelah umur 3 tahun, dipilih 12 tugas perkembangan.

Setiap tugas perkembangan diberi kode seperti tercantum pada kolom kode di sampingnya.


Contoh:

1)    Melihat sekitar dengan kode KP singkatan Komunikasi Pasif
2)    Tersenyum pada orang dengan kode TS singkatan dari TIngkah Laku Sosial.

c.    Kolom angka disamping kode

       Kolom ini digunakan untuk memantau tugas perkembangan anak.

d.    Kolom kotak-kotak
       Kolom ini digunakan untuk memantau tugas perkembangan anak sesuai umurnya.
-    Garis merah menunjukkan nilai batas kemampuan tertentu pada umur tertentu.
Contoh:
Anak pada umur 12 bulan, biasanya sudah dapat melakukan bermain “Ciluk-ba” (tugas perkembangan anak nomor 9) dengan kode TS.
-    Grafik hijau menunjukkan kemampuan dan keterampilan anak yang semestinya sesuai dengan umurnya.

e.    Kolom bulan dan tahun kelahiran anak
      Kolom ini ada dibawah kolom kotak-kotak. Kolom ini menunjukkan bulan dan tahun kelahiran anak pada kolom 0 (nol).
Bagian kolom berikutnya yaitu kolom 1,2,3 dst.
Menunjukkan umur anak dalam bulan.

f.    Kolom pesan-pesan (persiapan tugas berikutnya)

     Kolom ini berisi pesan-pesan (persiapan tugas berikutnya) yang perlu dilakukan orang tua/ibu bagi anak yang belum dapat melakukan tugas perkembangan sesuai umurnya.
Contoh:
Anak pada umur 10 bulan, diharapkan dia sudah dapat duduk sendiri, maka pesan bagi orang/ibu adalah agar supaya orang tua/ibu melatih anak untuk mendudukkan bayinya sambil dijaga.

g.    Cara asuh orang tua/ibu agar anak tumbuh kembang optimal.

Pada halaman ini berisi pesan-pesan (untuk persiapan tugas berikutnya) yang dilengkapi dengan gambar tentang cara orang tua/ibu mengasuh anak.

2.    SISTEM PENCATATAN/PELAPORAN KKA

Untuk laporan KKA-BKB digunakan 3 jenis formulir laporan, yaitu:

a.    F/I/KKA/BKB/2005
Formulir laporan ini merupakan laporan bulanan yang dibuat oleh ketua kelompok BKB bersama-sama PKB setempat.

b.    REK/KEC/I/KKA/BKB/2005

Formulir laporan ini merupakan rekapitulasi laporan bulanan F/I/KKA/BKB/2005 yang diterima dari kelompok BKB di kecamatan yang bersangkutan

c.    REK/KOT/I/KKA/BKB/2005

Formulir ini merupakan rekapitulasi laporan REK/KEC/I/KKA/BKB/2005 yang diterima dari kecamatan dan disiapkan oleh Bidang  Pemberdayaan Keluarga di kota setempat.

Petunjuk pengisian:

1.    Cara pengisian F/I/KKA/BKB/2005
Sebelum mengisi formulir diisi terlebih dahulu bulan dan tahun, nama kelompok dan alamat wilayahnya.
Sebagai data basis diisi data keluarga dan balita yang terdaftar sebagai anggota kelompok BKB pada kotak sebelah kanan atas.
Kolom:
1.    Nomor                           : diisi nomor urut keluarga
2.    Nama keluarga balita    : diisi nama semua ibu balita yang dating pada                    pertemuan
3.    Pra KS + KS I               : diisi (V) sesuai dengan tahapan keluarga
4.    > KS II                          : diisi (V) sesuai dengan tahapan keluarga
5.    Nama balita                    : diisi nama balita yang mengisi KKA
6.    Umur balita                    : diisi umur balita dalam bulan (Kader membantu menghitung usia balita tanggal lahir)
7.    Pencapaian tugas           : diisi (V) berdasarkan hasil pengisian KKA perkembangan anak balita yang bersangkutan. Dibawah garis merah (bila hasil pengisian KKA bawah garis merah)
8.    Pencapaian tugas perkembangan anak di dalam pita    : diisi (V) berdasarkan pengisian KKA balita yang bersangkutan (bila hasil pengisian KKA di dalam pita)
9.    Pencapaian tugas perkembangan tidak ada: diisi (V) bila tidak ada pencapaian perkembangan
10.    Rujukan                   : diisi (V) bila balita yang berada di bawah garis merah, disarankan untuk dirujuk.

2.    Cara pengisian REK/KEC/I/KKA/BKB/2005

Formulir ini diisi berbasarkan F/I/KKA/BKB/2005 dari seluruh kelompok yang dikirim oleh PKB.
Sebelum mengisi kolom diisi terlebih dahulu bulan dan tahun serta nama kecamatan, kota dan provinsi kolom:
1.    Nomor
2.    Kelurahan
3.    Jumlah peserta BKB Pra KS dan KS I
4.    Jumlah peserta BKB KS II keatas
5.    Jumlah keluarga peserta BKB
6.    Jumlah keluarga Pra KS dan KS I (yang hadir)
7.    Jumlah keluarga KS II keatas ( yang hadir)
8.    Jumlah peserta BKB yang hadir
9.    Jumlah balita peserta BKB
10.    Jumlah balita di bawah garis merah
11.    Jumlah balita di dalam/ di bawah atas pita
12.    Jumlah balita tidak tercapai pencapaian perkembangannya
13.    Jumlah seluruh balita yang mengisi KKA
14.    Rujukan

3.    Cara pengisian REK/KOT/KKA/BKB/2005

Pada dasarnya cara pengisian formulir REK/KOT/KKA/BKB/2005 hampir sama dengan cara pengisian rekapitulasi tingkat kecamatan.

Daftar pustaka :

  1. Badan Keluarga Berencana. 2006. Pedoman Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita: Bandung. Badan Keluarga Berencana Pemerintah Kota Bandung.
  2. http://djoenfhgova86.blogspot.com/2008/10/peraturan-walikota-nomor-20-tahun-2008.html
  3. Departemen Kesehatan RI. 2005. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak : Jakarta. Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s